Alarm pagi berdering dan menunjukkan pukul 06.00, mentari menyambut dengan sinarnya yang cerah bersahabat serta hawa sejuk yang membuat kami semakin bersemangat untuk melanjutkan perjalanan kami pagi ini. Saya dan dipi bergegas untuk segera bersiap-siap melaju ke tempat yang akan kami kunjungi yakni Taman Nasional Baluran atau orang sering menyebutnya "Africa Van Java". Perjalanan kami di mulai dari St. Karangasem dan kurang lebih membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit untuk sampai ke Baluran dan nilai plusnya lagi di sepanjang perjalanan kita bakal di suguhkan dengan pemandangan yang eksotis lho..
Pelabuhan Ketapang dan Pantai Watudodol juga kami lewati saat itu.
Nah karena Banyuwangi terletak di ujung pulau jawa, jadi gak heran jika langsung bertemu laut seperti ini guys. Pulau Balinya juga keliatan tuh, yaa mirip kaya di Senggigi, Lombok kali ya hahaha. Hati-hati juga nih yang akan berkendara, karena selain jalan agak berkelok disana juga banyak truk atau bus-bus antarprovinsi yang berlalu lalang. Jadi keep safety ya..
Setelah asik menikmati perjalanan akhirnya tak lama kemudian kami tiba di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur.
Tentang Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.
Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S
dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23
Mei 1997 kawasan TN Baluran ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha.
Di dalam kawasan ini
terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan yang tergolong ke dalam 87 familia
meliputi 24 jenis tumbuhan eksotik, 265 jenis tumbuhan penghasil obat
dan 37 jenis merupakan tumbuhan yang hidup pada ekosistem mangrove.
Jenis-jenis yang penting antara lain: Pilang (Acacia leucophloea Wild),
Mimbo (Azadiracta indica A. Juss), Gebang (Corypha utan Lamk.), Asam
(Tamara indica Linn.), Kepuh (Sterculia foetida Wall.), Widoro bukol
(Zyziphus jujuba Lamk.), Kesambi (Schleichera oleosa), Ketapang
(Terminalia catappa Linn.), Manting (Syzyqium polyanthum).
Secara garis besar keanekaragaman fauna
dalam kawasan Taman Nasional Baluran dapat dikelompokkan kedalam ordo
mamalia (28 jenis), aves (196 jenis), pisces dan reptilia. Dari
jenis-jenis yang diketahui tersebut 47 jenis merupakan satwa yang
dilindungi undang-undang yaitu insektivora 5 jenis, karnivora 5 jenis,
herbivora 4 jenis, burung 32 jenis dan reptilia 1 jenis.

Mamalia
besar yang khas di Taman Nasional Baluran adalah banteng (Bos
javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), rusa (Cervus timorensis),
kijang (Mutiacus muntjak), babi hutan (Sus scrova), macan tutul
(Panthera pardus), kucing batu (Felis bengalensis), kucing bakau (Felis
viverrina) dan ajag (Cuon alpinus). Sedangkan untuk jenis primata adalah
kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dan lutung / budeng
(Trachypithecus auratus cristatus). Dari ± 196 jenis burung di TN
Baluran jenis-jenis yang mudah untuk dijumpai antara lain adalah merak
hijau (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), ayam hutan hijau
(Gallus varius), kangkareng (Anthracoceros convexus) dan rangkong
(Bucheros rhinoceros).
Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari:
- zona inti seluas 12.000 Ha.
- zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha).
- zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.
- zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.
Info nih, untuk tiket masuk dan tiket kendaraan ke Baluran hari Senin - Sabtu:
(Rp. 5.000,-/orang)
(Rp. 5.000,- untuk kendaraan roda 2)
(Rp. 10.000,- untuk kendaraan roda 4)
Sedangkan untuk hari Minggu:
(Rp. 7.500,-/orang)
(Rp. 7.500,- untuk kendaraan roda 2)
(Rp. 15.000,- untuk kendaraan roda 4)
Untuk wisatawan asing :
Rp. 150.000,-/orang (Senin-Sabtu)
Rp.225.000,-/orang (Minggu)
Dari pintu masuk kami masih harus menempuh jarak sekitar 12km untuk sampai di Savana Bekol dengan kondisi jalan yang kurang baik. Hadeehh sabar-sabar aja deh ya haha.. 😂
Jangan lupa untuk membawa jas hujan, sepatu/sendal, pakaian ganti, perbekalan, dsb. Berhubung kami berkunjung ke Baluran di bulan Januari dan masih memasuki musim penghujan, jadi memang agak repot. Tapi tenang aja semuanya bakal terbayarkan!
Yaappsss inilah yang kami tunggu-tunggu, setelah melakukan perjalanan panjang dan cukup melelahkan akhirnya sampai juga di Savana Bekol. Saatnya memanjakan mata bro haha..
Karena sedang musim penghujan jadi rumput di Baluran ini sedang hijau lho, tapi mau warna apapun Baluran emang keren banget. Nuansa alam, satwa dan hamparan luas savananya benar-benar eksotis abis, gak kalah sama yang ada di Africa. Jadi ga usah jauh-jauh kesana, Indonesia juga punya!
Ada tips juga nih buat kamu yang ingin berkunjung ke Baluran sebaiknya datang diantara bulan Maret sampai Agustus. Sebab kalian bisa melihat sekolompok rusa yang sering menyebrang atau berkelahi, tarian burung merak dan sekelompok monyet, gak cuma itu.. kalian juga bisa menikmati hamparan flora dan faunanya yang menguning dan tandus. Dan kalian akan benar-benar merasakan seperti sedang di Africa.
Setelah puas memanjakan mata di Baluran, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bama. Nah Pantai Bama ini masih terletak di kawasan Taman Nasional Baluran, hanya tinggal berjalan terus mengikuti petunjuk arah, kami sudah dapat menikmati pesona Bama yang indah. Hanya saja kalian akan menemukan jalan yang sama seperti akses ke Baluran hihi..
Menikmati hamparan pasir putih nan lembut dan siraman ombak yang tenang, membuat pikiran dan hati terasa damai. Semua rasa kejenuhan dan penat tergantikan oleh keindahan Bama, ya bisa di bilang seperti pulau pribadi karena yang datang disini hanya beberapa orang saja. itulah yang menambah keasrian alami Bama begitu nyata terasa.
Disisi lain kalian juga harus berhati-hati ya karena di Pantai Bama ini terkenal dengan monyetnya yang tidak sopan haha, jika kalian membawa makanan apapun usahakan jangan sampai si monyet melihatnya, jika sudah terlanjur terlihat kalian akan terus diikuti sama si monyet-monyet itu atau lengah sedikit saja bisa ludes semua tuh perbekalan kalian. Gak mau kan jika liburan kalian jadi terganggu gara-gara si monyet 🙉.. yang penting dimanapun tempat kalian berada tetap menjaga kemanan barang-barang dan kenyamanan kalian ya.
Soo.. keep enjoying guys. Salam, Indonesia!! 🙏


















































